Beranda / sains / 5 Burung Pelatuk Unik Indonesia dengan Jambul Merah

5 Burung Pelatuk Unik Indonesia dengan Jambul Merah

aa1xdj7d.jpg

Spesies Pelatuk Unik Asli Indonesia

Pelatuk atau woodpecker adalah burung yang berasal dari famili Picidae. Keunikan pelatuk terletak pada paruhnya yang kuat dan kebiasaannya melubangi kayu untuk mencari makanan. Penyebaran pelatuk tidak hanya terbatas di Eropa atau Amerika, tetapi juga ada beberapa spesies unik yang asli dari Indonesia.

Berikut adalah beberapa spesies pelatuk yang memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri:

  1. Pelatuk Kerdil Sunda



    Yungipicus moluccensis atau pelatuk kerdil sunda memiliki bentuk tubuh yang sangat kecil. Ia tidak memiliki paruh atau leher panjang seperti burung pelatuk umumnya. Sebaliknya, kepalanya membulat, paruhnya pendek, dan tubuhnya berwarna cokelat. Burung ini memiliki panjang sekitar 13 sentimeter. Penyebarannya mencakup wilayah Thailand, Singapura, Malaysia, Brunei, dan Indonesia. Warna cokelat dan abu-abu membuatnya mudah ditemukan di hutan, pepohonan, maupun dataran tinggi.

  2. Pelatuk Besi

    AA1XDQpv

    Spesies ini memiliki warna yang cukup mencolok, yaitu sayap emas, badan putih, corak tutul hitam, dan jambul merah yang menawan. Meskipun penampilannya menarik, pelatuk besi (Dinopium javanense) tidak terlalu vokal meskipun mampu mengeluarkan berbagai jenis suara. Ia lebih sering bertengger atau beraktivitas di atas tanah daripada melatuk. Pelatuk besi bisa ditemukan di Asia Tenggara kecuali Filipina dan Timor Leste. Ada juga populasi kecil di pesisir barat India. Meskipun bukan hewan terancam punah, populasinya mulai menurun akibat kerusakan habitat.

  3. Pelatuk Punggung Jingga

    AA1XDXBV

    Dilansir Avibase, Chrysocolaptes validus atau pelatuk punggung jingga merupakan spesialis hutan. Ia hanya hidup di hutan lebat, khususnya di puncak pohon yang tinggi. Warna cokelat dan jingga membantu spesies ini untuk berkamuflase di semak-semak kering atau batang kayu. Pelatuk punggung jingga dapat ditemukan di Malaysia, Pulau Sumatra, Kalimantan, dan Jawa. Ia dibagi menjadi dua subspesies, yaitu Chrysocolaptes validus validus dan Chrysocolaptes validus xanthopygius.

  4. Pelatuk Emas Jawa

    AA1XDCej

    Sangat sedikit yang diketahui tentang pelatuk emas jawa (Chrysocolaptes strictus). Hanya dua hal yang diketahui secara ilmiah, yaitu bahwa pelatuk ini hanya bisa ditemukan di dua daerah, yaitu Pulau Jawa dan Kepulauan Kangean. Terkadang, ia juga dianggap sebagai subspesies dari pelatuk tunggir-emas (Chrysocolaptes guttacristatus) karena ciri fisik keduanya yang identik.

  5. Tukis Tikus

    AA1XDLeI

    Tukis tikus (Sasia abnormis) adalah salah satu spesies pelatuk terkecil di dunia. Panjang burung ini sekitar 8-10 sentimeter dengan bobot maksimal 9,2 gram. Badannya mungil, paruhnya pendek, dan memiliki perpaduan warna kuning, merah, jingga, serta hitam. Tukis tikus menghuni beberapa negara seperti Myanmar, Malaysia, Thailand, Brunei, dan Indonesia. Habitat alaminya mencakup dataran tinggi hingga hutan pengunungan dengan ketinggian hingga 1.600 meter di atas permukaan laut. Ia sangat aktif dan selalu terbang kesana kemari, meskipun hanya bisa terbang pendek dengan ketinggian tidak lebih dari 5 meter.

Beberapa spesies pelatuk unik asli Indonesia ini memberikan kekayaan hayati yang luar biasa. Mereka hidup di hutan dan pepohonan yang jauh dari jangkauan manusia. Namun, kita harus menjaga eksistensi mereka dengan tidak memburu atau merusak habitat alaminya. Kerja sama antara masyarakat dan pihak berwajib juga penting agar eksistensi pelatuk terus terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *