Perdebatan Sengit tentang Keamanan Obat Herbal Instan
Perdebatan sengit mengenai keamanan obat herbal instan yang populer di pasaran kembali memicu perhatian masyarakat, terutama setelah isu tentang kandungan eugenol dalam produk obat untuk mengusir masuk angin beredar di media sosial. Isu ini menimbulkan pro dan kontra yang cukup besar.
Eugenol adalah senyawa fenolik alami yang merupakan komponen utama dari minyak cengkeh. Senyawa ini memiliki aroma kuat serta sifat antibakteri, antijamur, antioksidan, dan analgesik. Umumnya, eugenol digunakan dalam bidang kedokteran gigi, seperti pada tambalan sementara (zinc oxide-eugenol), dan juga dalam produk topikal untuk nyeri sendi, penyegar mulut, serta bahan pewangi industri.
Perdebatan ini menjadi viral setelah diangkat oleh sebuah akun di platform X (sebelumnya Twitter) dan memicu pro-kontra dengan lebih dari 3,5 juta penayangan. Awalnya, akun X dengan nama pengguna @DS_yantie mengamplifikasi konten dari TikTok yang menyoroti kandungan daun cengkeh (eugenol) dalam obat herbal ternama.
Dalam cuitannya yang viral, ia menulis dengan nada peringatan keras:
“Nemu di TikTok! Hati-hati yang punya (sakit) gerd. Ternyata obat masuk angin terkenal itu mengandung daun cengkeh (eugenol) yang biasa digunakan untuk obat nyeri otot gosok, pemakaian luar. Pantes kadang bikin lambung rasanya kayak kebakar!”
Cuitan tersebut langsung menyulut diskusi. Banyak netizen merasa keluhannya selama ini ‘terjawab’. Sensasi panas atau ‘terbakar’ di lambung yang mereka rasakan setelah mengonsumsi obat herbal tersebut ternyata dialami oleh beberapa netizen lain.
Salah satunya adalah pengguna TikTok @mukenxprvqo.
“Pernah juga kena gerd yang awalnya saya kira masuk angin, kemudian minum obat tolak masuk angin. Buset, rasanya kayak mau gak ada aja. Sekit sekali,” tulisnya dalam sebuah video, menggambarkan rasa sakit luar biasa yang ia alami.
Namun, tidak semua netizen setuju dengan narasi bahaya tersebut. Perdebatan menjadi semakin panas ketika platform X menambahkan “Community Notes” atau konteks pada cuitan viral itu, yang menyatakan bahwa klaim tersebut berpotensi menyesatkan.
“Campaign ini berpotensi menyesatkan. Prinsip dasar toksikologi, semua adalah toksin/racun tergantung dosisnya. Air juga bisa jadi racun dalam jumlah tertentu. Tidak ada indikasi kandungan senyawa metabolit dalam herbal tersebut yang diatas dosis toksik,” demikian bunyi catatan komunitas tersebut.
Pendapat ini didukung oleh sebagian netizen lain yang merasa tidak pernah memiliki masalah dengan obat herbal tersebut. Salah satunya adalah pengguna X dengan akun @Bsuworo.
“Pengalaman saya minum obat herbal masuk angin, apapun mereknya fine-fine (baik-baik) saja. Bahkan bila kena gejala flu, minum obat masuk angin istirahat langsung sembuh,” balasnya di kolom komentar.
Lantas, di manakah letak kebenarannya? Artikel dari media online nasional yang membahas isu ini menjelaskan bahwa eugenol dalam dosis rendah sebenarnya tidak membahayakan. Beberapa penelitian, seperti yang dimuat di Alodokter, bahkan menyebutkan bahwa minyak cengkeh dapat membantu meningkatkan produksi lendir lambung yang berfungsi sebagai pelindung.
Namun, situs Hello Sehat juga mengingatkan bahwa konsumsi cengkeh berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan, terutama bagi penderita maag berat.
Kontroversi eugenol ini menjadi pengingat penting bahwa ‘herbal’ tidak selalu berarti ‘aman’ untuk semua orang. Bagi sebagian orang, obat herbal instan mungkin menjadi solusi cepat yang efektif. Namun bagi yang lain, terutama yang memiliki gerd atau sensitivitas pencernaan, kandungan seperti eugenol bisa menjadi pemicu masalah baru.
Karena itu, pelajaran terpenting dari viralnya isu ini bisa jadi pentingnya mendengarkan tubuh sendiri dan tidak ragu untuk berkonsultasi.










